Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Rabu, 30 Mei 2012

Bagaimana menggunakan mikroskop ?


Pengertian mikroskop
Mikroskop adalah alat yang menggunakan lensa untuk mendapatkan gambar yang diperbesar dan dengan demikian dapat memperoleh rincian yang sekecil-kecilnya dari obyek yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang (Supiaamono: 2005). Mikroskop pada prinsipnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu lensa objektif (dekat dengan benda) dan lensa okuler (dekat dengan mata) yang digunakan untuk memperbesar bayangan dari benda yang sangat kecil (Anonim,2001).

Macam-macam Mikroskop
Ada  dua  jenis  mikroskop  berdasarkan  pada  kenampakan  obyek  yang  diamati,  yaitu mikroskop  dua  dimensi  (mikroskop  cahaya)  dan  cmikroskop  tiga  dimensi  (mikroskop  stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.   
 a. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai  kaki  yang  berat  dan  kokoh  dengan  tujuan  agar  dapat  berdiri  dengan  stabil. Mikroskop  cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa  okuler  terletak  pada  kedua  ujung  tabung mikroskop.  Lensa  okuler  pada mikroskop  bisa berbentuk  lensa  tunggal  (monokuler)  atau  ganda  (binokuler).  Pada  ujung  bawah  mikroskop terdapat  tempat  dudukan  lensa  obyektif  yang  bisa  dipasangi  tiga  lensa  atau  lebih.  Di  bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop  konvensional,  sumber  cahaya masih  berasal  dari  sinar matahari  yang dipantulkan  dengan  suatu  cermin  datar  ataupun  cekung  yang  terdapat  dibawah  kondensor. Cermin  ini  akan mengarahkan  cahaya  dari  luar  kedalam  kondensor.  Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari.
 b. Mikroskop Stereo
Mikroskop  stereo merupakan  jenis mikroskop  yang  hanya  bisa  digunakan  untuk  benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang  diamati  dengan  mikroskop  ini  dapat  terlihat  secara  tiga  dimensi.  Komponen  utama mikroskop  stereo  hampir  sama  dengan mikroskop  cahaya.  Lensa  terdiri  atas  lensa  okuler  dan lensa obyektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:
(1)    Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo  jauh  lebih  tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk  tiga dimensi benda yang diamati,  
(2) Sumber cahaya berasal dari atas  sehingga  obyek  yang  tebal  dapat  diamati.  Perbesaran  lensa  okuler  biasanya  10  kali,  sedangkan  lensa obyektif  menggunakan  sistem  zoom  dengan  perbesaran  antara  0,7  hingga  3  kali,  sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada  daerah  dekat  lensa  obyektif  terdapat  lampu  yang  dihubungkan  dengan  transformator. Pengatur  fokus  obyek  terletak  di samping  tangkai  mikroskop,  sedangkan  pengatur  perbesaran terletak di atas pengatur fokus. 
 c. Mikroskop Elektron
Sebagai  gambaran  mengenai  mikroskop  elektron  kita  uraikan  sedikit  dalam  buku  ini. Mikroskop  elektron mempunyai  perbesaran  sampai  100  ribu  kali,  elektron  digunakan  sebagai pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua  tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM)  dan mikroskop  elektron  transmisi  (TEM).  SEM  digunakan  untuk  studi  detil  arsitektur permukaan sel  (atau struktur  renik  lainnya), dan obyek diamati secara  tiga dimensi. Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.

Bagian-bagian mikroskop

Tiga bagian utama mikroskop :
1.        Mekanik
Adalah bagian tempat memasang bagian-bagian yang lainya. Seperti:
·   Kaki, umumnya berbentuk V atau U. Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop.
·       Tabung, untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan. Di bagian atas tabung melekat lensa okuler. Di bagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif.
·         Penjepit Objek, untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
·         Badan/lengan mikroskop, merupakan pendukung optik dan terpasang di atas kaki mikroskop. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
·     Meja benda, terbuat dari logam pipih berbentuk bulat atau segi empat. Di tengahnya terdapat lubang untuk meneruskan cahaya dari cermin. Pada meja terdapat dua penjepit untuk menahan preparat.
·         Pengatur fokus kasar, berfungsi untuk mengatur jarak tepat antara objek dan objektif.
·   Pengatur fokus halus, berguna untuk memperjelas bayangan yang telah diperoleh melalui pengaturan kasar.
2.      Optik
Optik berfungsi untuk memperbesar bayangan dari ukuran benda yang sesungguhnya. Bagian ini terdiri atas sebuah tabung dan dua lensa yaitu lensa okuler dan objektif.
·         Lensa okuler, fungsinya untuk memperbesar bayangan dan memproyeksikan ke retina mata. Lensa okuler terletak di ujung optik yang menghadap ke mata dengan perbesaran tertentu (5X, 10X, dan 15X).
·         Lensa objektif, fungsinya untuk memperbesar objek dan memproyeksikan bayangan ke arah lensa okuler.  Lensa yang terletak di bagian ujung tabung yang menghadap ke meja benda. Ciri penting lensa objektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa objektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
·     Diafragma, fungsinya untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk dengan jalan mengatur besar atau kecilnya lubang yang dilalui cahaya. Apabila menggunakan cahaya buatan seperti cahaya listrik alat pada mikroskop yang kita butuhkan terdapat di bagian bawah diafragma biasanya terdapat tempat untuk memasang gelas filter
·   Kondensor, fungsinya untuk memproyeksikan sinar untuk menyinari objek yang akan diamati. Kondensor ini terbuat dari konvergen yang berfungsi untuk memusatkan cahaya, sehingga preparat dapat dilihat dengan jelas.
·       Cermin, untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
3.     Alat penerangan/sumber cahaya
Terdapat di bawah meja dan terdiri dari cermin yang berfungsi untuk menerangkan dan memantulkan cahaya sehingga menerangi preparat. Cermin terdiri dari cermin datar dan cermin cekung.

Lensa mikroskop
Pada mikroskop, objek yang akan diamati harus diletakkan di depan lensa objektif pada jarak antara fob dan 2 fob sehingga bayangannya akan terbentuk pada jarak lebih besar dari 2 fob di belakang lensa objektif bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik. Bayangan pada lensa objektif dipandang sebagai objek oleh lensa okuler dan terbentuklah bayangan pada lensa okuler. Agar bayangan pada lensa okuler dapat dilihat atau diamati oleh mata, bayangan ini harus berada di depan lensa okuler dan bersifat maya. Hal ini dapat terjadi jika bayangan pada lensa objektif jatuh pada jarak kurang dari fok dari lensa okuler. Sifat bayangan yang yang dihasilkan lensa okuler ini adalah maya, diperbesar, dan terbalik dari pertama. Bayangan ini merupakan bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat.
Gb. Proses terbentuknya bayangan pada mikroskop

Cara mempersiapkan mikroskop :
1.        Pertama- tama letakkan mikroskop terlebih dahulu di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada tepat di hadapan pemakai.
2.      Putar revolver sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi “klik” pada revolver.
3.     Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat.
4.     Aturlah fokus untuk memperjelas gambar objek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam objek gambar, putarlah pemutar halus.
5.     Apabila bayangan objek sudah ditemukan, maka untuk memperbesarnya gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10X, 40X, atau 100X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi “klik”

Cara Menggunakan mikroskop yang baik :
1.       Meletakkan mikroskop di atas meja yang datar dan kuat/stabil, jauhkan dari bak cuci dan api gas.
2.   Periksa mikroskop untuk mengetahui apakah telah siap dipakai. Bila mikroskop tidak benar-benar bersih, laporkan masalah ini kepada instruktur/teknisi lab yang ada/penganggung jawab.
3.    Sesuaikan posisi kita dengan mikroskop yang akan dipakai.
4.    Letakkan preparat yang akan diamati pada meja preparat sehingga terjepit pada tempat penahan preparat. Posisikan preparat pada lubang cahaya sehingga cahaya datang melewati meja preparat dari bawah slide.
5.   Atur sumber cahaya mikroskop (dari cermin untuk mikrsokop cahaya, listrik untuk mikroskop listrik).
6.  Sebelum melihat sesuatu dengan mikroskop, pastikan sudah mengetahui kemana arah putaran pemutar halus (mikrometer) sehingga jarak antara spesimen dan dan lensa bertambah ketika anda memutar pemutar halus.
7.    Lihatlah melalui lensa okuler dan fokuskan bayangan menggunakan pemutar kasar (makrometer) dengan meningkatkan jarak antara spesimen dan lensa objektif. Gunakan pemutar halus untuk mempertajam bayangan.
8.    Mulai mengamati objek preparat dengan mengatur intensitas cahaya, atur kondensor, pembukaan diafragma pada kondensor, makrometer, mikrometer, dan perbesaran objektif yang diinginkan.
9.     Untuk menggunakan lensa objektif 40X, cukup kita putarkan lensa ini posisinya sehingga terkunci di tempatnya. Lensa 10X dan 40X tidak pernah menyentuh minyak imersi, air dan spesimen.
10.  Untuk menggunakan lensa objektif 100X, putarkan lensa berdaya perbesar rendah dari posisinya dan teteskan minyak imersi di atas slide yang akan diamati. Kemudian putar lensa 100X ke posisi di atas slide. Perjelas bayangan dengan memutar mikrometer. Pada saat digunakan, lensa objektif 100X harus selalu terendam dalam minyak imersi namun tidak menyentuh spesimen.

Cara-cara untuk mendapatkan cahaya dan fokus yang baik pada objektif 100X :
1.     Atur dan buka diafragma pada mikroskop dan atur cahaya, bila perlu pada posisi maksimal cahaya (jika mikroskop cahaya arahkan cermin ke sumber utama cahaya).
2.   Naikkan kondensor mendekati posisi slide preparat pada meja objek sambil kita amati di lensa okuler intensitas cahaya yang dihasilkan.
3. Atur diafragma, sampil posisi terkecil untuk mendapatkan titik fokus yang terbaik (cahaya terkumpul dengan baik).

Alasan-alasan yang memungkinkan bila tidak ditemukan suatu objek di bawah lensa dengan minyak imersi (objektif 100X) ialah sebagai berikut :
1.     Terlalu banyak imersi
2.   Menggerakkan mikrometer terlalu cepat
3.   Kondensor tidak diatur dengan benar (biasanya diafragma terlalu terbuka atau tertutup)
4.   Lensa kotor
5.   Terlalu sedikit organisme pada preparat
6.   Spesimen tidak ditempatkan ditengah medan sebelum memutar lensa
7.    Preparat terbalik.

Hal-hal yang diperhatikan dalam pengamatan dengan mikroskop :
·        Jarak mata-okuler:
Untuk mencegah kelelahan mata, diperlukan penjagaan jarak antara mata dan okuler. Untuk menentukan jarak ini, mata mendekati okuler dari suatu jarak maksimum sekitar 1 cm. Jarak optimum dicapai pada saat medan pandang tampak sebesar-besarnya dan setajam-tajamnya. Selain itu, mata yang sebelah lagi harus tetap terbuka.
·        Pengamatan dimulai dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (misal 10X).
·    Sambil mengamati melalui lensa okuler, pemutar kasar diputar secara perlahan agar tabung mikroskop naik. Pada saat demikian, gambar dapat teramati meskipun belum begitu jelas. Untuk memperoleh gambar yang lebih jelas, sekrup pemutar halus diputar sehingga dapat diamati gambar objek yang lebih jelas dan lebih fokus.
·        Setelah mengamati gambar dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (10X), objek yang sama coba diamati dengan menggunakan lensa dengan pembesaran yang lebih kuat (misal 40X) dengan cara memutar revolver sehingga lensa objektif 40X tepat mengarah ke lubang pada meja objek.
Hal yang perlu diingat: selama pengamatan dengan pembesaran kuat tidak boleh mempergunakan sekrup pemutar kasar, untuk mendapatkan gambar yang baik (fokus) cukup digunakan sekrup pemutar halus.

Kegiatan Praktikum : Pengamatan Objek dengan Mikroskop
Tujuan:
1.  Mampu mepembuat preparat non-permanen (segar)
2.  Mampu menggunakan mikroskop cahaya untuk mengamati objek
3.  Mampu menggunakan mikroskop stereo untuk mengamati objek
ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Mikroskop cahaya dan mikroskop stereo 
2. Pipet
3. Silet 
3. Pinset
4. Gelas obyek dan gelas penutup
5. Cawan petri
Bahan :
1. Potongan kertas berhuruf "A", "d", 
2. Organisme berukuran kecil (semut, bunga rumput, dan lainnya)
3. Butir-butir pati kentang
4. Air dan larutan iodine

CARA KERJA
A Penggunaan Mikroskop Cahaya
1.     Letakkan potongan kertas berhuruf "A" pada kaca obyek dan tutup dengan gelas penutup.
2.   Amati dengan perbesaran lemah (10x10)
3.   Amati apakah bayangan benda sama atau terbalik, dan gambarkan !
4.   Sambil memandang ke dalam lensa okuler, geser preparat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Amati kemana bayangan bergerak?
5.   Ubahlah lensa obyektif ke perbesaran yang lebih besar. Amati apakah ada perubahan luas bidang pandang?
6.   Berapa diameter bidang pandang mikroskop pada obyektif lemah (mm) dan berapa pada obyektif kuat?
7.    Kerjakan seperti langkah nomor 1-3 namun menggunakan potongan kertas huruf "d"  
B. Mengamati Butir Pati
1.     Keriklah sekerat umbi kentang dengan jarum atau ujung silet sehingga cairannya keluar. Teteskan cairan tersebut pada kaca obyek, dan tutup dengan gelas penutup.
2.   Amati dibawah mikroskop struktur butir-butir pati tersebut.
3.   Teteskan larutan Iodine pada tepi kanan kaca penutup dan pada tepi kiri kaca penutup tempelkan kertas hisap, dengan demikian larutan iodine tersebut akan masuk kedalam preparat dan menyebar ke seluruh bagian.
4.   Amati dibawah mikroskop dan gambarkan butir-butir pati tersebut.
C. Penggunaan Mikroskop Stereo
1.     Tempatkan mikroskop stereo beserta transformatornya, hubungkan dengan sumber listrik.
2.   Tekan tombol "on" pada transformator, pergunakan voltase yang ada pada transformator sesuai keperluan. Ingat. lampu mempunyai umur tertentu, oleh karena itu nyalakan lampu sesuai keperluan saja. 
3.   Letakkan spesimen pada cawan petri.
4.   Amati dengan mikroskop dengan perbesaran lemah kemudian perbesaran kuat. 
5. Amati dan catat pada laporan anda (jika semut: hitung jumlah kaki atau antenanya, dan jika bunga: hitung jumlah stamen).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates