Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Senin, 15 September 2014

Minggu Cooking n Fun day, sayur bening bayam jagung dan ayam goreng


Hari Minggu (14/09/14) ini, aku sengaja malas-malasan. Awalnya aku ngerasa pada sibuk sendiri-sendiri, tapi ternyata aku salah. Pagi dah dibangunin sama telepon gak jelas, tapi cuek aja lah. Aku langsung menyapa pacarku, my doc. Ini hari Minggu yang aneh, tapi aku harus tetap semangat. Bantu mama sama pekerjaan rumahnya. Yang spesial, aku masak hari ini. Masak sayur bening dan ayam goreng. Bia gak lupa, aku share deh. Pertama, beli bayam seikat dan 2 jagung manis di tukang sayur yang lewat tadi pagi. Terus beli ayam ½ kg di tukang ayam yang lewat juga. Terus siapin bumbu deh. Rinciannya sbb:

-          Sayur Bening

2 siung bawang merah iris besar-besar

1 ruas kunci

2 sdm gula

½ sdt garam halus

Dimasukkan ke dalam air ± 1250 ml, masukkan jagung dan bayam terakhir

-          Ayam goreng

2 siung bawang putih

1 sdt ketumbar

1 sdm garam

Sedikit MSG

1 ruas kunyit

Lalu dihaluskan dan diberi air untuk merendam ayam, lalu rebus sampai meresap

Habis ayamnya setengah mateng, goreng deh. Akhirnya masakan matang dalam waktu singkat dan bisa ditinggal-tinggal. BTW, ayam ½ kg tadi harganya 15.000 rupiah. Terus sayur tadi cuma 2500 rupiah. Murah kan?
Sayur Bening Bayam Jagung
 

Hari Minggu jadi asyik dengan masak dan bersih-bersih rumah, apalagi sempat main sama adik kecilku, dek Aldrian (dipangil “Al”). Habis itu juga chatting sama pacar n teman-teman. Masih ada pekerjaan menyiapkan berkas CPNS Pemprov Jateng juga, ga susah kok mengisi waktu luang. Belum lagi nanti jalan-jalan bareng family. Lovely Sunday... J

Minggu, 31 Agustus 2014

Wahai, Seram Utara, Maluku Tengah penuh Kebudayaan dan Wisata Natural


Kota Masohi
Lambang Kabupaten Maluku Tengah.gifKabupaten Maluku Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Maluku, ibukota kabupaten ini terletak di Masohi. Luas wilayah 11.595,57 km, pada tahun 2010 tingkat kepadatan penduduk di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 31 jiwa untuk setiap km. Tingkat kepadatan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Kota Masohi sebesar 844 jiwa/ km2.


Ada 17 Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah, salah satu kecamatan itu adalah Kecamatan Seram Utara yang beribukota di Wahai. Wahai adalah pusat kota di Seram Utara yang unik, karena terdapat banyak sekali suku bangsa yang berdiam di sana. Mulai dari suku bangsa Tionghoa, Arab, Buton, Bugis, Jawa, Tapanuli hingga Irian. Kebanyakan Etnis Tionghoa di Wahai dan beberapa daerah lainnya di Seram Utara melakukan kegiatan berdagang (tetep aja ya suka dagang :D). Penduduk aslinya adalah suku Alifuru. Terdapat juga Suku-suku primitif lainnya seperti Suku Hoaulu yang terletak desanya di daerah Seram bagian Utara. Penduduk Desa Hoahulu mempertahankan arsitektur tradisionalnya, rumah-rumah masih bergaya tradisional, kegiatan ibadah juga masih tradisional, serta pakaian yang dikenakan berupa turban merah yang digunakan oleh orang di pedalaman Seram.
Beberapa daerah di Seram memiliki warung atau restoran yang menawarkan berbagai macam  makanan seperti nasi dengan ikan atau ayam. Ada beberapa restoran yang lebih bagus di Masohi dan makanan yang disukai seperti ikan dan udang laut di Wahai.
 
Wahai
Wahai merupakan salah satu wilayah di Seram Utara yang terdapat di Pulau Seram. Pulau Seram terletak di sebelah utara Pulau Ambon, Maluku. Pulau Seram memiliki alam pegunungan dan hutan tropis. Produk-produk yang dihasilkan antara lain cengkih, pala, kopra, damar, sagu, ikan, dan minyak. Terdapat satu taman nasional yaitu Taman Nasional Manusela yang terkenal karena banyak hewan dan tumbuhan endemiknya. Untuk mencapai tempat ini dapat ditempuh melalui Desa Yaputih atau Hatu di Kecamatan Tehoru, kurang lebih 100 km dari Masohi. Bisa juga melalui Desa Wahai, dibagian Seram Utara, yang rutenya melewati beberapa desa yaitu Hoaulu, Kanikeh, dan desa-desa kecil lainnya. Wahai merupakan tempat persinggahan yang bagus menuju Desa Sawai yang terdapat Pantai Ora. Sawai terletak di sebelah timur Wahai. Terdapat losmen dan toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan.
http://images.detik.com/content/2012/08/03/10/032223_petamaluku.jpg
Pulau Seram, Maluku Tengah
Nilai Budaya Nilai-nilai sosial budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Maluku merupakan salah satu modal dasar bagi peningkatan persatuan dan kesatuan termasuk menyemangati masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini. Maluku terdiri dari ratusan sub suku, yang dapat diindikasikan dari pengguna bahasa lokal yang diketahui masih aktif digunakan.
Dilihat dari ketenagakerjaannya, sebagian besar penduduk Maluku Tengah bekerja sebagai petani, hal ini dapat dilihat dari banyaknya produk-produk pertanian yang dihasilkan. Jika dilihat dari dinas yang berada di daerah ini, maka Dinas Kesehatan adalah dinas yang memiliki pegawai paling banyak. Hal ini dikarenakan pentingnya tenaga kesehatan yang melayani masyarakat sampai dengan tingkat desa.
Pantai Ora
Pantai Ora dengan sejumlah resort menarik
Dari segi pariwisata, terdapat pantai-pantai di Pulau Seram seperti Pantai Labuan Aisele dan Pantai Ora. Pantai Ora merupakan sebuah resort yang dikenal dengan Ora Beach Resort, yaitu berupa resort sekaligus tujuan wisata yang terletak di desa Sawai. Selain menikmati pemandangan pantai dengan pasir putih dan laut biru yang indah. Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan lainnya adalah menyelam dan melihat keindahan bawah laut Pantai Ora yang begitu indah.
Tepat di belakang cottage Ora Beach Resort, kita dapat melihat Perbukitan Taman Nasional Manusela yang menjadi latar belakang pemandangan di resort tersebut. Mengelilingi Taman Nasional Manusela juga dapat dijadikan salah satu kegiatan santai lainnya yang bisa dilakukan di pagi hari. Kita bisa menggunakan kapal bermotor maupun kapal nelayan sekitar untuk melihat dan menikmati pemandangan sambil berkeliling disekitar Taman Nasional Manusela.
Taman Nasional Manusela

Untuk mencapai daerah wisata ini dapat dilakukan dengan menyewa mobil langsung yang ada di Bandara Pattimura Ambon untuk diantarkan menuju Desa Sawai. Perjalanannya cukup panjang yaitu satu hari satu malam dengan menyusuri Kabupaten Seram bagian barat dan Kabupaten Maluku Tengah. Selain itu, dapat juga ditempuh dari Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Amahai (Masohi) selama 2 jam dengan kapal cepat, kemudian dilanjutkan dengan kapal motor menuju Pantai Ora selama 10 menit.


Sumber :
Wikipedia, http://www.east-indonesia.info/regions/maluku-travel-information-seram.html,

Rabu, 13 Agustus 2014

Herpes Simplex Virus

           A.    WHAT IS HERPES SIMPLEX?
Classification:
Famili              :  Herpesviridae
Subfamili         :  Alphaherpesvirinae
Genus               :  Simplexvirus
Spesies        : Herpes Simplex Virus Type 1 (HSV-1) and Herpes Simplex Virus Type 2 (HSV-2)
          Herpes simplex is an infection caused by herpes simplex virus (HSV) types 1 and 2. Both HSV-1 and HSV-2 can cause genital herpes infections, but HSV-1 more commonly causes infections of the mouth and lips (blister-like sores in the mouth and around the lips and on tissues that are in contact with the mouth, such as a sucked thumb or finger). Herpes simplex infects skin and mucous membrane which is caused by humanist virus herpes simplex. The infection of herpes can cause many serious implications if the onset is on the eyes, cervix periphery, newborn babies, or immune defficiency. Herpes simplex is latent infectious agent on the nerve cell, and usually has recrudescence. The infection is lifelong and can reappear at various times in a person’s life.
Herpes Simplex Virus (HSV) is included in Herpesviridae (DNA Virus) and only infects humans. The infection is worldwide. About 10% of the infection is symptomatic primer infection. Most of HSV-1 infection happen in preschool years and about 70-90% adult world population has antibody from the previous infections. HVS-2 infection commonly happens on sexual activity, 20% of adults have a high antibody level in multi sex partner and low sosio-economy category. Males and females of all ages are at risk. The incubation period is 5 days (about 2-12 days).

           B.     SYMPTOMS
Many people have mild or no symptoms. Painful assembled vesicles may appear after the primer contact with the virus. Primary infection maybe occur no matter where on the skin. It causes severe blister on the skin. Symptoms may include fever; irritability; headache; tender, swollen lymph nodes; and small, painful fluid-filled blisters in the mouth, on the gums or lips, or on sex organs or the anus. Blisters progress to open sores that crust over and heal within two to four weeks. Symptoms generally appear between two days and two weeks.
  
           C.    SPREAD
HSV-1 is primarily spread by direct contact through kissing and contact with open sores or by contact with saliva (example: from mouthed toys). HSV-2 is usually spread through sexual contact. Both types 1 and 2 may be spread by vaginal, oral or anal sex; contact with an infected person’s sores; or from an infected mother to her newborn. Most herpes simplex infections are spread from an infected person who does not have a visible sore.

Pic. Newborn infection
Newborn infections are caused by HSV-2. To avoid the infection to the baby, surgery or caesarean is needed for expectant mother with genital herpes lessions. Herpesneonatal infections are more regular  to be symptomatic. Mortality number from the infections without treatment is 50%.
Indirect contanct through stuff which used by the infected person, because HSV-2 has envelope. Thus, HSV-2 can live outside of human body until about 30 minutes.

             D.    INFECTION PERIOD
During the first infection, people shed the virus and can spread the disease for at least a week and occasionally for several weeks after signs or symptoms appear. After that first infection, the virus may be shed off and on for years and possibly lifelong. People with repeated infections shed the virus for up to five days after signs or symptoms appear. Infected individuals who have no signs or symptoms may shed lower levels of virus.

           E.     DIAGNOSE
A health-care provider can diagnose herpes simplex by visual inspection or by taking a sample from the sore and testing it in a laboratory. Blood tests may be used, but the results are not always clear-cut.

            F.     PREVENTION AND TREATMENT
Oral herpes simplex infections are common among children who are in child care or school. Most of these infections do not result in symptoms. Only children with a first infection and symptoms and who do not have control of oral secretions should be excluded from child care. Children with cold sores and recurrent infection do not have to be excluded from child care or school. Children with uncovered sores on exposed surfaces pose a small risk to contacts. If children are certified by a physician to have recurrent infection, covering the sores when they attend child care or school is sufficient.
To prevent the spread of herpes simplex, exercise careful and frequent hand washing, avoid kissing or nuzzling children when a cold sore is present, do not share food or drinks with children or staff, do not touch sores, and avoid the sharing of respiratory secretions through contact with objects.
There is no treatment that can cure herpes simplex; infection is lifelong. Antiviral medications can shorten and prevent repeated infections during the period of time the person takes the medication.
There are generic medicines to help curing HSV infection, such as Acyclovir, Vidarabin, Idoksuridin topical (for eye membrane), and Trifluridin. They treat genital Herpes Simplex Virus, herpes labialis, herpes zoster, HSV encephalitis, neonatal HSV mucocutaneous HSV in patients who have a weakened immune response (immunocompromised), varicella-zoster.
Herpes simplex treatment by acyclovir: 200 mg (400 mg in patients who have a weakened immune response / immunocompromised or if absorption impaired) 5 times a day, for 5 days. For children under 2 years are given half the adult dose. Over 2 years given the adult dose. Prevention of recurrent herpes simplex, 200 mg 4 times daily or 400 mg 2 times a day, can be reduced to 200 mg 3 times daily 2 and interruptions every 6-12 months. Prevention of herpes simplex in immunocompromised patients, 200-400 mg 4 times daily. Children under 2 years half adult dose. Same dose over 2 years with an adult dose.
There are some simple and conventional treatments which are cheaper, easier, and more trusted for some people to relieve pain, such as:
1.      Bath salts
Salt water (example: Epsom salt) can be used to wash the infected area and help clean, soothe and heal wounds. Use 1 tea spoon of salt in 600 ml of water or about a handful of salt in the tub. Swimming in the sea also shall have the same effect.
2.      A common pain reliever
Simple analgesics can be consumed such as aspirin and paracetamol. Ice can help if applied directly to the wound.
3.      Pants in a loose
Wearing loose-fitting clothing made ​​of cotton (not nylon) during an outbreak can help reduce discomfort and aid recovery.
4.      Relieve pain during urination
For anyone who experienced severe pain during urination, it could be reduced if done in a cold shower and it is important to remember to drink plenty of fluids as this dilutes the urine.
5.      Controlled temperature
We can use hair dryer or ice to relief the pain, but it cannot stop the infection by the virus . If using a hair dryer in the lower rule, it can relieve the pain. Ice can be comforting if wrapped in a towel and applied directly to the wound.
6.      Help emotionally 
   Flower remedies (example: Bach flower remedies) can be used to reduce the emotional stress caused by herpes. On the other hand, they have contra-indications with some medications, so please check with your doctor or health provider before taking.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates