Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Minggu, 31 Agustus 2014

Wahai, Seram Utara, Maluku Tengah penuh Kebudayaan dan Wisata Natural


Kota Masohi
Lambang Kabupaten Maluku Tengah.gifKabupaten Maluku Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Maluku, ibukota kabupaten ini terletak di Masohi. Luas wilayah 11.595,57 km, pada tahun 2010 tingkat kepadatan penduduk di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 31 jiwa untuk setiap km. Tingkat kepadatan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Kota Masohi sebesar 844 jiwa/ km2.


Ada 17 Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah, salah satu kecamatan itu adalah Kecamatan Seram Utara yang beribukota di Wahai. Wahai adalah pusat kota di Seram Utara yang unik, karena terdapat banyak sekali suku bangsa yang berdiam di sana. Mulai dari suku bangsa Tionghoa, Arab, Buton, Bugis, Jawa, Tapanuli hingga Irian. Kebanyakan Etnis Tionghoa di Wahai dan beberapa daerah lainnya di Seram Utara melakukan kegiatan berdagang (tetep aja ya suka dagang :D). Penduduk aslinya adalah suku Alifuru. Terdapat juga Suku-suku primitif lainnya seperti Suku Hoaulu yang terletak desanya di daerah Seram bagian Utara. Penduduk Desa Hoahulu mempertahankan arsitektur tradisionalnya, rumah-rumah masih bergaya tradisional, kegiatan ibadah juga masih tradisional, serta pakaian yang dikenakan berupa turban merah yang digunakan oleh orang di pedalaman Seram.
Beberapa daerah di Seram memiliki warung atau restoran yang menawarkan berbagai macam  makanan seperti nasi dengan ikan atau ayam. Ada beberapa restoran yang lebih bagus di Masohi dan makanan yang disukai seperti ikan dan udang laut di Wahai.
 
Wahai
Wahai merupakan salah satu wilayah di Seram Utara yang terdapat di Pulau Seram. Pulau Seram terletak di sebelah utara Pulau Ambon, Maluku. Pulau Seram memiliki alam pegunungan dan hutan tropis. Produk-produk yang dihasilkan antara lain cengkih, pala, kopra, damar, sagu, ikan, dan minyak. Terdapat satu taman nasional yaitu Taman Nasional Manusela yang terkenal karena banyak hewan dan tumbuhan endemiknya. Untuk mencapai tempat ini dapat ditempuh melalui Desa Yaputih atau Hatu di Kecamatan Tehoru, kurang lebih 100 km dari Masohi. Bisa juga melalui Desa Wahai, dibagian Seram Utara, yang rutenya melewati beberapa desa yaitu Hoaulu, Kanikeh, dan desa-desa kecil lainnya. Wahai merupakan tempat persinggahan yang bagus menuju Desa Sawai yang terdapat Pantai Ora. Sawai terletak di sebelah timur Wahai. Terdapat losmen dan toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan.
http://images.detik.com/content/2012/08/03/10/032223_petamaluku.jpg
Pulau Seram, Maluku Tengah
Nilai Budaya Nilai-nilai sosial budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Maluku merupakan salah satu modal dasar bagi peningkatan persatuan dan kesatuan termasuk menyemangati masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini. Maluku terdiri dari ratusan sub suku, yang dapat diindikasikan dari pengguna bahasa lokal yang diketahui masih aktif digunakan.
Dilihat dari ketenagakerjaannya, sebagian besar penduduk Maluku Tengah bekerja sebagai petani, hal ini dapat dilihat dari banyaknya produk-produk pertanian yang dihasilkan. Jika dilihat dari dinas yang berada di daerah ini, maka Dinas Kesehatan adalah dinas yang memiliki pegawai paling banyak. Hal ini dikarenakan pentingnya tenaga kesehatan yang melayani masyarakat sampai dengan tingkat desa.
Pantai Ora
Pantai Ora dengan sejumlah resort menarik
Dari segi pariwisata, terdapat pantai-pantai di Pulau Seram seperti Pantai Labuan Aisele dan Pantai Ora. Pantai Ora merupakan sebuah resort yang dikenal dengan Ora Beach Resort, yaitu berupa resort sekaligus tujuan wisata yang terletak di desa Sawai. Selain menikmati pemandangan pantai dengan pasir putih dan laut biru yang indah. Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan lainnya adalah menyelam dan melihat keindahan bawah laut Pantai Ora yang begitu indah.
Tepat di belakang cottage Ora Beach Resort, kita dapat melihat Perbukitan Taman Nasional Manusela yang menjadi latar belakang pemandangan di resort tersebut. Mengelilingi Taman Nasional Manusela juga dapat dijadikan salah satu kegiatan santai lainnya yang bisa dilakukan di pagi hari. Kita bisa menggunakan kapal bermotor maupun kapal nelayan sekitar untuk melihat dan menikmati pemandangan sambil berkeliling disekitar Taman Nasional Manusela.
Taman Nasional Manusela

Untuk mencapai daerah wisata ini dapat dilakukan dengan menyewa mobil langsung yang ada di Bandara Pattimura Ambon untuk diantarkan menuju Desa Sawai. Perjalanannya cukup panjang yaitu satu hari satu malam dengan menyusuri Kabupaten Seram bagian barat dan Kabupaten Maluku Tengah. Selain itu, dapat juga ditempuh dari Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Amahai (Masohi) selama 2 jam dengan kapal cepat, kemudian dilanjutkan dengan kapal motor menuju Pantai Ora selama 10 menit.


Sumber :
Wikipedia, http://www.east-indonesia.info/regions/maluku-travel-information-seram.html,

2 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates